bermodal usaha dan doakami ikhlas bekerja
dengan "upah" seadanya
hanya cukup untuk sekedar "hidup" saja
dan sayangnya,
kami tak pernah tahu kapan akhirnya
tiga belas (13)
kata orang itu angka sial
atau kami saja yang sedang sial?

jika bertanya 13 yang mana?
harusnya anda tahu jawabnya
13 yang banyak ditunggu "pengabdi negeri"
13 yang banyak mengisi 'pundi2'
13 yang ikut memperbaiki ekonomi
13 yang belum jadi hak kami
ah, bodoh jika terlalu berpikir masalah ini
yang terpenting sekarang adalah masa depan negeri
tapi pak, kalo boleh ber'intrupsi'
pikirkan juga masa depan kami!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar