Jarum jam terus berdetakSedang mata sempat terbelalak
Berharap hati akan tergerak
Meski nurani terus menolak
Seketika mata enggan terpejam
Seolah terpaku pada gelapnya malam
Yang dinginnya begitu menghujam
Suram,
[dalam hati hanya bisa bergumam]
Di sisi lain
kau berkicau seperti mengajak bermain
tak peduli dinginnya terpaan angin
Sungguh,
inginku menegurmu yang kelihatan 'angkuh'
yang seolah punya semua yang orang butuh
dan tak jelas kemana akan berlabuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar