Rabu, 02 Oktober 2013

Dia atau dia ---(2)----


***

tapi sayang, semua tak berlangsung lama
saat kelas kita sudah berbeda,
dia sudah ada yang punya
(tiba-tiba)
kenyataan yang sungguh sungguh tidak bisa diterima

bisa-bisanya
tak terpikir sebelumnya
akan seprti ini akhirnya
Dia bahagia
sedang aku
?
(tanda tanya)

sebelumnya,
selama kita bersama
tak pernah kita bicara tentang cinta
tak pernah kita punya dambaan jiwa
tak pernah kita menyebut orang ketiga
tapi ternyata,
rela tak rela
harus ku biarkan Dia
dengan yang disebutnya dambaan jiwa


Saat itu,
inginku salahkan langit biru
yang terlalu cepat berlalu
Hingga hatiku harus hancur bagai butiran debu

kuakui,
salahku sendiri
terlalu banyak basa-basi
tanpa pernah coba menyatakan isi hati
hanya mentok jadi tulisan basi
sampai akhirnya Dia harus pergi
tanpa pernah tahu akhir rasa ini

dan bisa dipastikan
rasa ini akan terus terpendam
sampai saatnya nanti bisa kurelakan

Di sisi lain
kau masih berkicau seperti mengajak bermain
tak peduli dinginnya terpaan angin

Sungguh,
inginku menegurmu yang kelihatan 'angkuh'
yang seolah punya semua yang orang butuh
dan tak jelas kemana akan berlabuh

*** continued...

Tidak ada komentar: