Rabu, 04 Februari 2009

Education "Thing"


 

Part 1
Title: Keaktifan


Keaktifan berasal dari bahasa inggris “activity” yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti “aktivitas”. Aktivitas merupakan segala bentuk tindakan/kegiatan. Sesuai dengan pendapat Anton M. Mulyono (2001:26) yang menyatakan bahwa “aktivitas artinya kegiatan/ keaktifan”. Senada dengan pendapat Echols (1990:10) mengemukakan bahwa “aktivitas (yang berasal dari bahasa Inggris actifity) sebagai suatu kegiatan.

Dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran di kelas keaktifan siswa merupakan salah satu unsur penunjang terwujudnya pembelajaran yang berhasil, efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Manfaat adanya aktivitas siswa dalam pembelajaran menurut Wulf (1996:72) adalah:
a)    Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara siswa dengan guru atau instruktur.
b)   Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja.
c)    Menjangkau siswa dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience).

Pembelajaran dikatakan mengaktifkan siswa jika para siswa dilibatkan secara penuh dalam proses pembelajaran baik dari aspek IQ,EQ dan SQ. Nana Sudjana (1991:61) mengemukakan bahwa “keaktifan siswa dlam kegiatan pembelajaran dapat dilihat dalam hal (1) siswa turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya; (2) siswa terlibat dalam pemecahan permasalahan; (3) siswa bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya; (4) siswa berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah; (5) siswa melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru; (6) siswa menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya; (7) siswa melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah sejenis;(8) siswa diberi kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya”. Selain itu Oemar Hamalik (2001:144-146) juga mengemukakan pendapatnya bahwa penyelenggaraan pembelajaran CBSA ditandai oleh indikator-indikator sebagai berikut:
a)      Derajat partisipasi dan responsif siswa yang tinggi.
b)      Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan/pembuatan tugas.
c)       Peningkatan kadar CBSA dalam proses pembelajaran juga ditentukan oleh faktor guru.
d)      Pendekatan CBSA dapat diterapkan pada semua strategi dan metode mengajar, walaupun kadarnya berbeda-beda.
e)      Penyediaan media dan peralatan serta berbagai fasilitas belajar tetap diperlukan, agar tercipta lingkungan belajar yang menantang dan merangsang serta meningkatkan kegiatan belajar siswa.
f)       Diperlukan adanya bimbingan dan pembelajaran remedial pada waktu tertentu. Karena tak jarang keaktifan siswa berdasarkan CBSA menimbulkan kesulitan belajar.
g)      Pengaturan dan pembinaan kondisi lingkungan kelas/sekolah perlu mendapat perhatian, juga suasana disiplin kelas yang baik.

Keaktifan siswa dapat terwujud jika kondisi siswa juga mendukung dan memungkinkan dirinya untuk melakukan berbagai kegiatan-kegiatan di kelas. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa di dalam kelas. Faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa di dalam kelas pada dasarnya dibagi menjadi 2, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan individu siswa, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu.
Suryabrata (1990:249) menguraikan faktor-faktor tersebut sebagai berikut:
1)      Faktor Internal
a)      Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis berkaitan dengan fisik anak. Seorang anak kadang kala keaktifan belajarnya terlambat karena keadaan jasmani yang kurang sempurna, misalnya seorang anak yang mengalami cacat tubuh.
b)      Faktor Psikologis
Faktor psikologis meliputi intelegensi, keaktifan/kelincahan anak, dan kesiapan.
2)      Faktor Eksternal
a)      Faktor keluarga
Cara orang tua mendidik anaknya berbeda-beda, setidaknya ada dua teori yaitu: mendidik secara demokratis dan otoriter. Di dalam pergaulan di lingkungan keluarga hendaknya berubah menjadi situasi pendidikan, yaitu orang tua memperhatikan anak, misalnya anak ditegur jika salah dan diberi pujian jika mereka benar.
b)      Faktor sekolah
Faktor yang berasal dari sekolah, dapat berasal dari guru (khususnya kepribadian & kemampuan mengajarnya), mata pelajaran, dan metode yang diterapkan. Anak terkadang cenderung hanya aktif selama mata pelajaran tersbut merupakan mata pelajaran yang ia sukai. Begitu juga metode dan model mengajar yang digunakan guru.
c)       Faktor Masyarakat
Pengaruh masyarakat terhadap keaktifan belajar siswa dapat kita lihat pada
kenyataan sehari-hari dimana seorang anak banyak dipengaruhi oleh sejumlah kegiatan/organisasi yang diikuti dalam hidup bermasyarakat.
 




 
"Usaha tanpa doa itu lemah, doa tanpa usaha imposible"














pic by SE Naite '09

Tidak ada komentar: