Part 1
Title: Keaktifan
Keaktifan berasal dari bahasa inggris “activity” yang jika diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia mempunyai arti “aktivitas”. Aktivitas merupakan segala
bentuk tindakan/kegiatan. Sesuai dengan pendapat Anton M. Mulyono (2001:26)
yang menyatakan bahwa “aktivitas artinya kegiatan/ keaktifan”. Senada dengan
pendapat Echols (1990:10) mengemukakan bahwa “aktivitas (yang berasal dari
bahasa Inggris actifity) sebagai
suatu kegiatan.
Dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran di kelas keaktifan siswa
merupakan salah satu unsur penunjang terwujudnya pembelajaran yang berhasil,
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Manfaat adanya aktivitas siswa dalam
pembelajaran menurut Wulf (1996:72) adalah:
a)
Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran
antara siswa dengan guru atau instruktur.
b)
Memungkinkan terjadinya interaksi
pembelajaran dari mana dan kapan saja.
c)
Menjangkau siswa dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience).
Pembelajaran dikatakan mengaktifkan siswa
jika para siswa dilibatkan secara penuh dalam proses pembelajaran baik dari
aspek IQ,EQ dan SQ. Nana Sudjana (1991:61) mengemukakan bahwa “keaktifan siswa
dlam kegiatan pembelajaran dapat dilihat dalam hal (1) siswa turut
serta dalam melaksanakan tugas belajarnya; (2) siswa terlibat
dalam pemecahan permasalahan; (3) siswa bertanya kepada
siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya;
(4) siswa berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan
masalah; (5) siswa melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan
petunjuk guru; (6) siswa menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang
diperolehnya; (7) siswa melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah sejenis;(8) siswa diberi kesempatan menggunakan atau menerapkan apa
yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang
dihadapinya”. Selain itu Oemar Hamalik (2001:144-146) juga mengemukakan pendapatnya bahwa penyelenggaraan pembelajaran CBSA
ditandai oleh indikator-indikator sebagai berikut:
a) Derajat
partisipasi dan responsif siswa yang tinggi.
b) Keterlibatan
siswa dalam pelaksanaan/pembuatan tugas.
c) Peningkatan
kadar CBSA dalam proses pembelajaran juga ditentukan oleh faktor guru.
d) Pendekatan CBSA
dapat diterapkan pada semua strategi dan metode mengajar, walaupun kadarnya
berbeda-beda.
e) Penyediaan
media dan peralatan serta berbagai fasilitas belajar tetap diperlukan, agar
tercipta lingkungan belajar yang menantang dan merangsang serta meningkatkan
kegiatan belajar siswa.
f) Diperlukan
adanya bimbingan dan pembelajaran remedial pada waktu tertentu. Karena tak
jarang keaktifan siswa berdasarkan CBSA menimbulkan kesulitan belajar.
g) Pengaturan dan
pembinaan kondisi lingkungan kelas/sekolah perlu mendapat perhatian, juga suasana
disiplin kelas yang baik.
Keaktifan siswa dapat terwujud jika kondisi siswa juga mendukung dan
memungkinkan dirinya untuk melakukan berbagai kegiatan-kegiatan di kelas. Terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa di dalam kelas. Faktor yang
mempengaruhi keaktifan siswa di dalam kelas pada dasarnya dibagi menjadi 2,
yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan individu
siswa, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar
individu.
Suryabrata (1990:249) menguraikan faktor-faktor tersebut sebagai berikut:
1) Faktor Internal
a)
Faktor Fisiologis
Faktor
fisiologis berkaitan dengan fisik anak. Seorang anak kadang kala keaktifan
belajarnya terlambat karena keadaan jasmani yang kurang sempurna, misalnya
seorang anak yang mengalami cacat tubuh.
b)
Faktor Psikologis
Faktor
psikologis meliputi intelegensi, keaktifan/kelincahan anak, dan kesiapan.
2) Faktor Eksternal
a)
Faktor keluarga
Cara orang tua mendidik anaknya berbeda-beda, setidaknya ada dua teori
yaitu: mendidik secara demokratis dan otoriter. Di dalam pergaulan di
lingkungan keluarga hendaknya berubah menjadi situasi pendidikan, yaitu orang
tua memperhatikan anak, misalnya anak ditegur jika salah dan diberi pujian jika
mereka benar.
b) Faktor sekolah
Faktor yang berasal dari
sekolah, dapat berasal dari guru (khususnya kepribadian & kemampuan
mengajarnya), mata pelajaran, dan metode yang diterapkan. Anak terkadang
cenderung hanya aktif selama mata pelajaran tersbut merupakan mata pelajaran
yang ia sukai. Begitu juga metode dan model mengajar yang digunakan guru.
c) Faktor Masyarakat
Pengaruh masyarakat terhadap keaktifan belajar siswa
dapat kita lihat padakenyataan sehari-hari dimana seorang anak banyak dipengaruhi oleh sejumlah kegiatan/organisasi yang diikuti dalam hidup bermasyarakat.
"Usaha tanpa doa itu lemah, doa tanpa usaha imposible"
pic by SE Naite '09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar